Nama :Veny Febrianti
Kelas :3ea11
NPM :16217071
POLYGON BIKES
Sejarah dan Struktur Organisasi POLYGON
Berdiri pada tahun 1989, Polygon Bikes memiliki visi
untuk menjadi merek sepeda yang berkualitas global dan siap bersaing di pasar
internasional. Berawal dari sebuah perusahaan kecil yang berorientasi untuk
memproduksi sepeda khusus untuk eksport, 10 tahun pertama adalah proses
pembelajaran dan fokus Polygon untuk persiapan pengembangan brand secara
mandiri. Mulai tahun 2000, Polygon mulai melakukan ekspansi perluasan pabrik
dan investasi ke alat berteknologi tinggi standar internasional. Polygon
memiliki pabrik, perakitan, dan jaringan pendistribusian mandiri yang telah
memenuhi standar dunia sehingga dapat terus mengontrol setiap aspek mulai dari
ide awal hingga ke pengiriman akhir sepeda dengan kualitas tinggi. Memiliki
visi untuk menjadi brand global yang terus mengedepankan otentisitas,
originalitas dan kualitas, hingga kini Polygon Bikes teslah terdistribusi di
500 outlet yang tersebar di berbagai belahan dunia, dan terdistribusi sampai
dengan 33 negara.
Produk yang dihasilkan
XQUARONE
EX 2017 PEDELEC 2018
Sementara
sepeda seri XQUARONE EX, produk kolaborasi dengan
NAILD, diakui sebagai yang paling inovatif di dunia oleh salah satu media sepeda kredibel dunia.
Terbaru,
pada 2018, Polygon
meluncurkan seri Pedelec ( pedal
electric cycle) pertamanya melalui seri Path-E (City Bike) dan Entiat-E (MTB).
Fungsi
utama seri pedelec tidaklah berbeda dengan sepeda pada umumnya, hanya saja sumbe tenaga
merupakan gabungan antara tenaga pesepeda dengan tenaga yang dihasilkan oleh
energi listrik.
Dengan
paduan ini, maka tenaga yang dikeluarkan pesepeda lebih hemat, sehingga jarak
yang ditempuh saat bersepeda pun akan lebih jauh.
“Inovasi
yang kembali dihadirkan di tahun 2018, menjadi bentuk konsistensi Polygon sebagai produsen sepeda dengan menghadirkan produk yang wide range
untuk memenuhi kebutuhan pesepeda global dan sepanjang tahun 2018 ini, akan
banyak produk inovatif lainnya yang kami tawarkan” tegas Devina Susilo selaku
Head of Global Marketing Communications Polygon Bikes .
Konsumen yang dituju
Polygon dan Costumer Centric model of brand
Community
1. hubungan antara konsumen dengan
produk (customer-product relationship),
dalam komunitas merek Polygon terjalin hubungan antara Konsumen dengan
Produk yang digunakan oleh konsumen tersebut, sehingga konsumen akan lebih
dalam mengetahui produk yang mereka gunakan.
2. antara konsumen
dengan merek (customer-brand relationship)
Komunitas sepeda polygon mendorong adanya hubungan antara konsumen dengan
merek yang digunakan. Hal ini terlihat dari tingginya kesadaran konsumen
terhadap merek sepeda Polygon, yang dapat dilihat dari tingginya brand Awareness
Polygon dibenak konsumen. Disini konsumen memiliki pengetahuan yang lebih dalam
mengenai merek yang mereka gunakan yang berdampak pada loyalitas konsumen
terhadap merek tersebut. Hubungan konsumen dengan merek juga tercipta melalui
kualitas produk yang dihasilkan oleh Polygon
3. antara konsumen dengan perusahaan
(customer-company relationship/marketer)
terdapat hubungan antara Konsumen dengan Perusahaan dalam komunitas merek
Polygon, disini perusahaan memberikan dan menaungi komunitas-komunitas yang ada
melalui program-program yang diadakan oleh perusahaan seperti program edukasi
melalui seminar, menyediakan sarana dan wadah untuk berkumpul dan
berkomunikasi. Disisi lain juga terdapat hubungan timbal balik yang diberikan
konsumen melalui ide-ide dan masukan mengenai pengembangan dan desain produk,
indormasi mengenai demographi pelanggan serta banyak lainnya.
4. antara konsumen dengan konsumen
(customer-customer relationship)
komunitas Polygon menjadikan terjalinnya hubungan antara Konsumen dengan
konsumen, komunitas menjadi wadah untuk berkumpunya antara konsumen yang dapat
digunakan untuk saling bertukar informasi mengenai produk serta bertukar
pengalaman antar konsumen dalam menggunakan produk merek Polygon.
Keempat
eleman ini disatukan melalui keinginan konsumen dalam vocal konsumen sehingga
tersimpan kedalam memori yang diperoleh konsumen terhadap komunitas merek
tertentu.
Berapa banyak jumlah karyawan
Dengan sekitar 430 karyawan, PT. Insera Sena selalu
berusaha meningkatkan kapasitas produk dan mencapai sekitar 360.000 unit per
tahun. Perusahaan ini memproduksi sepeda untuk pasar luar negeri dengan merek
mereka sendiri. Salah satu merek yang paling terkenal ialah Polygon.
Sumber daya
yang digunakan
Pengembangan
sumber daya manusia dan berbagai hal teknis telah mengisi tahun-tahun
perjalanan Polygon sebagai salah satu merek sepeda kelas dunia. Sepeda Polygon
selalu memberikan kinerja optimal bagi pengendaranya, dan ini merupakan esensi
terpenting dalam bersepeda. Tak dapat dipungkiri, ini telah menjadikan Polygon
sebagi salah satu kompetitor sepeda kelas dunia asal Indonesia.
PT Insera
Sena sebagai produsen Polygon, memproduksi berbagai jenis sepeda. Sepeda-sepeda
itu antara lain sepeda kota, trekking, MTB, penuh suspensi, keras ekor, menurun,
BMX dan masih banyak lagi.
Perusahaan apakah yang menjadi
PESAING dalam perusahaan tersebut
kapasitas
produksi dari sepeda Polygon selalu meningkat dari tahun ke tahun karena ingin
memenuhi permintaan pasar yang
sangat
tinggidan bervariatif, namun kapasitas produksi sepeda Polygon masih rendah
dibandingkan dua pesaingnya yaitu Wim Cycle dan United Bike yang sudah lebih
dahulu membangun banyak pabrik untuk meningkatkan kapasitas produksinya dan
memenuhi permintaan pasar di Indonesia.
Perusahaan apakah yang menjadi
INVESTOR dalam perusahaan tersebut
Insera
Sena nanti menjangkau semua segmen sepeda, selama ini hanya untuk sepeda kelas
menengah ke atas.
Dengan
demikian, lanjutnya, kehadiran Insera Sena diharapkan membangkitkan kembali
bisnis Wim Cycle dan pertumbuhan produksi sepeda kian bertambah.
"Polygon
akan selamanya [di Wijaya Indonesia Makmur Bicycle]. Dia nanti bukan sekadar
investor dan lalu dilepas, tidak begitu. Polygon nanti membesarkan Wim Cycle
dan mengembangkan usahanya," kata Rivai.
Sebelumnya,
Rivai mengatakan, ada dua perusahaan yang menjajaki Wim Cycle untuk menjadi
investor. Namun, terdapat satu investor yang menyatakan lebih siap dan
merupakan produsen lokal dalam negeri.
Dihubungi
terpisah, Direktur Polygon Bikes William Gozali tidak menampik pihaknya menjadi
investor Wijaya Indonesia Makmur Bicycle. Dia meminta supaya untuk saat ini
mengikuti proses PKPU yang sedang berjalan.
Bagaimana cara perusahaan
tersebut dapat berkembang dan mendapat citra baik di atas masyarakat
Perubahan
perekonomian global berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir ini
dan dipengaruhi oleh gejolak politik, sosial budaya, hingga teknologi. Pada
akhirnya, kondisi ini mendorong persaingan industri yang semakin kompetitif.
Hal ini
yang dilihat oleh Polygon dalam membangun eksistensinya di pasar global melalui
pameran skala internasional. Salah satunya di Taipei International Cycle Show
2017. Strategi Polygon ini pun mengantarkan bisnis mereka di kancah global,
juga pasar lokal Indonesia.
Hal ini
dilakukan lantaran Polygon percaya bahwa keberhasilan akan di dapat oleh
perusahaan yang mampu menyesuaikan diri dan terus melakukan ekspansi terhadap
pasar dan menjadi industri yang mampu bersaing di pasar global. Keikutsertaan
pada pameran di atas akan menjadi sarana promosi yang efektif dalam
memperkenalkan teknologi dan inovasi yang dikembangkan Polygon, memperkuat brand image dalam skala global,
dan memperluas kemitraan.
Taipei International
Cycle Show sendiri adalah salah satu pameran sepeda internasional yang diadakan
oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), yang merupakan organisasi
non profit terkemuka di Taiwan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar