Rabu, 15 April 2020

VENY FEBRIANTI


Nama      :Veny Febrianti
Kelas     :3ea11
NPM       :16217071

POLYGON BIKES

Sejarah dan Struktur Organisasi POLYGON 

Berdiri pada tahun 1989, Polygon Bikes memiliki visi untuk menjadi merek sepeda yang berkualitas global dan siap bersaing di pasar internasional. Berawal dari sebuah perusahaan kecil yang berorientasi untuk memproduksi sepeda khusus untuk eksport, 10 tahun pertama adalah proses pembelajaran dan fokus Polygon untuk persiapan pengembangan brand secara mandiri. Mulai tahun 2000, Polygon mulai melakukan ekspansi perluasan pabrik dan investasi ke alat berteknologi tinggi standar internasional. Polygon memiliki pabrik, perakitan, dan jaringan pendistribusian mandiri yang telah memenuhi standar dunia sehingga dapat terus mengontrol setiap aspek mulai dari ide awal hingga ke pengiriman akhir sepeda dengan kualitas tinggi. Memiliki visi untuk menjadi brand global yang terus mengedepankan otentisitas, originalitas dan kualitas, hingga kini Polygon Bikes teslah terdistribusi di 500 outlet yang tersebar di berbagai belahan dunia, dan terdistribusi sampai dengan 33 negara.

Produk yang dihasilkan
 

XQUARONE EX 2017       PEDELEC 2018

Sementara sepeda seri XQUARONE EX, produk kolaborasi dengan NAILD, diakui sebagai yang paling inovatif di dunia oleh salah satu media sepeda kredibel dunia.
Terbaru, pada 2018, Polygon meluncurkan seri  Pedelec ( pedal electric cycle) pertamanya melalui seri  Path-E (City Bike) dan Entiat-E (MTB).
Fungsi utama seri pedelec tidaklah berbeda dengan sepeda pada umumnya, hanya saja sumbe tenaga merupakan gabungan antara tenaga pesepeda dengan tenaga yang dihasilkan oleh energi listrik.
Dengan paduan ini, maka tenaga yang dikeluarkan pesepeda lebih hemat, sehingga jarak yang ditempuh saat bersepeda pun akan lebih jauh.
“Inovasi yang kembali dihadirkan di tahun 2018, menjadi bentuk konsistensi Polygon sebagai produsen sepeda dengan menghadirkan produk yang wide range untuk memenuhi kebutuhan pesepeda global dan sepanjang tahun 2018 ini, akan banyak produk inovatif lainnya yang kami tawarkan” tegas Devina Susilo selaku Head of Global Marketing Communications Polygon Bikes .
Konsumen yang dituju  
Polygon dan Costumer Centric model of brand Community
1. hubungan antara konsumen dengan produk (customer-product relationship), 

dalam komunitas merek Polygon terjalin hubungan antara Konsumen dengan Produk yang digunakan oleh konsumen tersebut, sehingga konsumen akan lebih dalam mengetahui produk yang mereka gunakan.
2. antara  konsumen  dengan  merek  (customer-brand relationship)
Komunitas sepeda polygon mendorong adanya hubungan antara konsumen dengan merek yang digunakan. Hal ini terlihat dari tingginya kesadaran konsumen terhadap merek sepeda Polygon, yang dapat dilihat dari tingginya brand Awareness Polygon dibenak konsumen. Disini konsumen memiliki pengetahuan yang lebih dalam mengenai merek yang mereka gunakan yang berdampak pada loyalitas konsumen terhadap merek tersebut. Hubungan konsumen dengan merek juga tercipta melalui kualitas produk yang dihasilkan oleh Polygon
3. antara konsumen dengan perusahaan (customer-company relationship/marketer)
terdapat hubungan antara Konsumen dengan Perusahaan dalam komunitas merek Polygon, disini perusahaan memberikan dan menaungi komunitas-komunitas yang ada melalui program-program yang diadakan oleh perusahaan seperti program edukasi melalui seminar, menyediakan sarana dan wadah untuk berkumpul dan berkomunikasi. Disisi lain juga terdapat hubungan timbal balik yang diberikan konsumen melalui ide-ide dan masukan mengenai pengembangan dan desain produk, indormasi mengenai demographi pelanggan serta banyak lainnya.
4. antara konsumen dengan konsumen (customer-customer relationship)
komunitas Polygon menjadikan terjalinnya hubungan antara Konsumen dengan konsumen, komunitas menjadi wadah untuk berkumpunya antara konsumen yang dapat digunakan untuk saling bertukar informasi mengenai produk serta bertukar pengalaman antar konsumen dalam menggunakan produk merek Polygon.
            Keempat eleman ini disatukan melalui keinginan konsumen dalam vocal konsumen sehingga tersimpan kedalam memori yang diperoleh konsumen terhadap komunitas merek tertentu.

Berapa banyak jumlah karyawan

Dengan sekitar 430 karyawan, PT. Insera Sena selalu berusaha meningkatkan kapasitas produk dan mencapai sekitar 360.000 unit per tahun. Perusahaan ini memproduksi sepeda untuk pasar luar negeri dengan merek mereka sendiri. Salah satu merek yang paling terkenal ialah Polygon.

Sumber daya yang digunakan

Pengembangan sumber daya manusia dan berbagai hal teknis telah mengisi tahun-tahun perjalanan Polygon sebagai salah satu merek sepeda kelas dunia. Sepeda Polygon selalu memberikan kinerja optimal bagi pengendaranya, dan ini merupakan esensi terpenting dalam bersepeda. Tak dapat dipungkiri, ini telah menjadikan Polygon sebagi salah satu kompetitor sepeda kelas dunia asal Indonesia.
PT Insera Sena sebagai produsen Polygon, memproduksi berbagai jenis sepeda. Sepeda-sepeda itu antara lain sepeda kota, trekking, MTB, penuh suspensi, keras ekor, menurun, BMX dan masih banyak lagi.

Perusahaan apakah yang menjadi PESAING dalam perusahaan tersebut

kapasitas produksi dari sepeda Polygon selalu meningkat dari tahun ke tahun karena ingin memenuhi permintaan pasar yang
sangat tinggidan bervariatif, namun kapasitas produksi sepeda Polygon masih rendah dibandingkan dua pesaingnya yaitu Wim Cycle dan United Bike yang sudah lebih dahulu membangun banyak pabrik untuk meningkatkan kapasitas produksinya dan memenuhi permintaan pasar di Indonesia.

Perusahaan apakah yang menjadi INVESTOR dalam perusahaan tersebut

Insera Sena nanti menjangkau semua segmen sepeda, selama ini hanya untuk sepeda kelas menengah ke atas.
Dengan demikian, lanjutnya, kehadiran Insera Sena diharapkan membangkitkan kembali bisnis Wim Cycle dan pertumbuhan produksi sepeda kian bertambah. 
"Polygon akan selamanya [di Wijaya Indonesia Makmur Bicycle]. Dia nanti bukan sekadar investor dan lalu dilepas, tidak begitu. Polygon nanti membesarkan Wim Cycle dan mengembangkan usahanya," kata Rivai. 
Sebelumnya, Rivai mengatakan, ada dua perusahaan yang menjajaki Wim Cycle untuk menjadi investor. Namun, terdapat satu investor yang menyatakan lebih siap dan merupakan produsen lokal dalam negeri. 
Dihubungi terpisah, Direktur Polygon Bikes William Gozali tidak menampik pihaknya menjadi investor Wijaya Indonesia Makmur Bicycle. Dia meminta supaya untuk saat ini mengikuti proses PKPU yang sedang berjalan.
Bagaimana cara perusahaan tersebut dapat berkembang dan mendapat citra baik di atas masyarakat
Perubahan perekonomian global berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir ini dan dipengaruhi oleh gejolak politik, sosial budaya, hingga teknologi. Pada akhirnya, kondisi ini mendorong persaingan industri yang semakin kompetitif.
Hal ini yang dilihat oleh Polygon dalam membangun eksistensinya di pasar global melalui pameran skala internasional. Salah satunya di Taipei International Cycle Show 2017. Strategi Polygon ini pun mengantarkan bisnis mereka di kancah global, juga pasar lokal Indonesia.
Hal ini dilakukan lantaran Polygon percaya bahwa keberhasilan akan di dapat oleh perusahaan yang mampu menyesuaikan diri dan terus melakukan ekspansi terhadap pasar dan menjadi industri yang mampu bersaing di pasar global. Keikutsertaan pada pameran di atas akan menjadi sarana promosi yang efektif dalam memperkenalkan teknologi dan inovasi yang dikembangkan Polygon, memperkuat brand image dalam skala global, dan memperluas kemitraan.
Taipei International Cycle Show sendiri adalah salah satu pameran sepeda internasional yang diadakan oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), yang merupakan organisasi non profit terkemuka di Taiwan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar